Selasa, 06 September 2016

Yuuk….. Selamatkan Harimau Sumatera.


Sang kucing raksasa itu memang menawan. Coba saja perhatikan penampakan fisiknya. Berwarna paling gelap di antara supspesiesnya yang lain, pola alur hitam yang menghiasi sekujur tubuhnya dan bentuk fisik yang tergolong besar hingga mencapai 250 sentimeter dari kepala hingga kaki. Segala keistimewaan itu adalah milik harimau Sumatera. Supspesies harimau bernama Latin Pathera tigris sumatrae ini termasuk satwa endemik yang artinya hanya ada di Indonesia, khususnya Pulau Sumatera. 

Indonesia patut bangga karena hanya kita yang memiliki harimau Sumatera. Mereka kemudian dibiakkan atau dipelihara di sejumlah kebun binatang seluruh dunia. Sayangnya, sekarang status kucing besar ini masuk dalam kategori kritis atau terancam punah. Malah, hanya tersisa sekitar 371 ekor di Pulau Sumatera dan total populasi globalnya hanya sebanyak 3.871 ekor.


Sebenarnya, apakah penyebah harimau Sumatera ini kiang langka ? Menurut World Wildlife Fund (WWF) Indonesia, ada tiga hal utama yang menyebabkan memburuknya kondisi harimau Sumatera. Faktor penyebab itu antara lain, berkurangnya habitat, perburuan, dan konflik dengan manusia. Sebagai upaya penanggulangan, maka perlu adanya kerja sama dari berbagai pihak.

Bagi generasi muda, kontribusi bisa dimulai dengan cara paling sederhana. Pertama, dengan menyebarkan pesan mengenai terancamnya populasi harimau Sumatera lewat kicauan, blog, atau status media sosial. Dengan begitu, makin banyak orang mengerti kalau harimau Sumatera perlu disayangi dan dilindungi. Hal ini sangat penting mengingat masih banyak pemburu nakal yang berkeliaran dan membantai kawanan loreng yang cantik tersebut.


Selain itu, jangan membeli dan memakai produk yang dibuat dari bagian tubuh harimau maupun dari spesies lain yang terancam punah. Entah itu tas, pakaian, aksesori, sampai kerajinan. Usahakan agar semua produk itu tidak dibuat dari satwa yang dilindungi. Jangan lupa untuk menerapkan gaya hidup hijau. Tidak hanya membantu, aksi ini juga menyehatkan tentunya. Kamu bisa bersepeda saat pergi ke sekolah atau kampus, juga menjadi konsumen yang selektif dan bertanggung jawab memilih produk turunan hasil hutan.

Penting juga untuk membatasi pemakaian kertas berlebih guna mencegah lebih banyak pohon yang ditebang. Hal tersebut sangat membantu menjaga habitat harimau Sumatera yang setiap satu ekornya membutuhkan 20 sampai 250 km persegi hutan untuk tinggal. Melindungi harimau sama dengan melindungi hutan. Melindungi hutan artinya sama dengan melindungi bumi tempat tinggal manusia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar