Jumat, 02 Desember 2016

DELLIE THREESYADINDA : Mengukir Prestasi Melalui Panahan.


Dellie Threesyadinda masih berusia tujuh tahun ketika mulai mengenal panah dan busurnya. Hanya berselang enam bulan setelah latihan intensif memanah, ia menjajal kemampuannya dalam ajang prajunior di Bojonegoro, Jawa Timur. Hasilnya, tidak tanggung-tanggung, medali emas berhasil diboyong pulang. Olahraga panahan memang bukan hal baru untuk Dinda. Dia memang terlahir di tengah keluarga pemanah. Ibunya, Lilies Handayani, adalah atlet panahan peraih medali perak dalam Olimpiade Seoul 1988 lalu. Begitupun dengan sang ayah, Denny Trisyanto, yang juga berkecimpung di dunia memanah.

Setelah resmi menjadi atlet panahan nasional, Dinda mengikuti banyak kejuaraan dan meraih banyak medali. Salah satunya medali perunggu di nomor beregu yang ia dapatkan di ajang Archery World Cup 2016 di Ankara, Turki, Agustus 2016. Kegigihannya bahkan telah mengantarkan ia ke posisi 54 atlet panahan dunia di usianya yang cukup muda. Meskipun banyak menorehkan prestasi dalam kejuaraan panahan, Dinda mengaku keinginan  utamanya adalah bisa membawa pulang emas dari ajang internasional. Menurutnya, medali emas bukan hal yang mustahil ia dapatkan selama masih memiliki tekad untuk berlatih dan bertanding.

Tidak hanya emas, gadis kelahiran 12 Mei 1990 ini juga bertekad kuat untuk memperkenalkan panahan lebih luas kepada masyarakat. Untuk mewujudkan impiannya itu, ia turut berkecimpung membesarkan sekolah panahan yang didirikan keluarganya di Surabaya bernama Srikandi Archery School. Sekolah panahan ini selalu memfasilitasi pertandingan antar klub memanah. Meski demikian, Dinda mengaku belum terjun sebagai pelatih karena masih berstatus sebagai atlet. Ia lebih sering berlatih bersama para siswa panahan dan mengadakan sesi berbagi cerita serta pengalaman.


Dalam memperkenalkan olahraga panahan, Dinda banyak memiliki program khusus. Salah satunya adalah program memanah bagi anak-anak yatim piatu. Kepada anak-anak tersebut, Dinda sangat ingin berbagi asyiknya terjun di olahraga panahan. Menurutnya, bertanding panahan bukan untuk melawan orang lain melainkan untuk menaklukkan diri sendiri. 

Seorang atlet panahan, kata Dinda, harus bisa menguasai dan mempercayai kemampuan diri sendiri. Untuk bisa meraih hal itu, seorang atlet harus terus berlatih. Bukan hanya berlatih teknik, tetapi juga fisik, sebab busur panah yang digunakan memiliki bobot yang tidak ringan. Selain berlatih keras, atlet panahan juga perlu mengikuti pertandingan. Dalam latihan, seorang atlet mungkin bisa menguasai latihan teknik, fisik, hingga kedisiplinan. Namun, hanya dalam pertandingan, mental seorang atlet bisa benar-benar diasah.

Dengan segala tekanan yang ada, panahan tetap membuat Dinda jatuh hati. Menurutnya, semua orang bisa menyenangi olahraga panahan karena akan timbul rasa penasaran dalam membidik sasaran. Ada perasaan yang sulit diungkapkan ketika anak panah yang dilepaskan dari busur bisa tepat mengenai sasaran. Beberapa orang yang Dinda kenal mengaku selalu ingin memanah setelah satu kali mencoba panahan.

BERSAING DENGAN IBU SENDIRI

Meraih emas di ajang internasional masih menjadi obsesi tersendiri bagi Dinda. Uniknya, medali emas pernah hampir ia dapatkan di ajang Asian Grand Prix 2007 Iran. Kejuaraan tersebut menjadi salah satu kejuaraan yang paling mengesankan, karena Dinda harus bersaing dengan ibunya sendiri di babak final. Saat itu, pasangan ibu dan anak tersebut terpaksa harus memperebutkan medali emas karena atlet dari negara lain sudah terlebih dahulu gugur. Namun, Dinda harus mengakui keunggulan sang ibu dan mengalah dengan membawa pulang medali perak.


Tak hanya sebagai pelatih sekaligus lawan, bagi Dinda, ibunya adalah sosok yang sangat memberikan inspirasi. Sebagai orang pertama yang memperkenalkan Dinda dengan olahraga panahan, sang ibu diakuinya selalu memberikan semangat kepadanya untuk bisa menggali potensi dan memberikan yang terbaik, yang bisa ia lakukan. Ibunya jugalah yang mendorong Dinda untuk memperkenalkan olahraga panahan kepada generasi muda, khususnya para perempuan. Menurutnya, perempuan harus bisa keluar dari zona nyaman dengan berani mencoba hal baru.

1 komentar:

  1. APAKAH KAMU INGIN SEPERTI MEMBER SETIA KAMI?
    Silakan buruan langsung bergabung dan rasakan sendiri kemenangan nya
    di jamin tidak ada penipuan dan identitas anda Terahasiakan dan pastinya akan aman 100%.
    Bandar Yang Berada Di Ratu Pelangi 100% tidak ada PENIPUAN, !

    DAFTAR DI SINI JIKA INGIN MENANG SEPERTI MEMBER SETIA Pelangikiukiu.com

    BalasHapus