Senin, 01 Agustus 2016

GILANG BOGY : Desain Kaleng COCA COLA Jerman dengan Wedha's Pop Art Potrait


Semarak UEFA Euro 2016 di Prancis ternyata membawa berkah tersendiri bagi Gilang Bogy, mahasiswa jurusan manajemen Institut Seni Indonesia (ISI), Yogyakarta. Menyambut ajang kompetisi sepak bola empat tahunan ini, Gilang didaulat menjadi desainer kaleng Coca Cola bergambar khusus 24 pemain timnas Jerman yang berlaga di UEFA Euro 2016. Pria kelahiran Solo ini mendapat tawaran dari Coca Cola Jerman melalui surat elektronik. Awalnya, Coca Cola melihat gambar Wedha’s Pop Art Potrait (WPAP) Robin van Persie di akun Instagram-nya dan portofolio daring. Dari situlah Coca Cola menawarkan kerja sama, dengan konsep tetap diberikan oleh pihak Coca Cola. Gilang yang mulai menggeluti dunia desain WPAP sejak 2013 ini mengaku tidak menyangka akan dipilih oleh Coca Cola Jerman untuk mendesain gambar kalengnya. Dan ia makin bangga, manakala pihak Coca Cola setuju dengan gambar yang ia buat.

Menurut Gilang, ia menaruh hati pada teknik WPAP karena teknik ini adalah teknik yang unik dan menantang. Ini merupakan kali pertama Gilang mendapat tawaran kerja sama dari sebuah perusahaan besar. Sebelumnya, ia hanya kerap mengerjakan pesanan perorangan. Pernah beberapa kali ia mendapatkan penawaran dari company luar negeri untuk desain WPAP, tapi selalu gagal. Dari sinilah, Gilang mulai merasa bahwa pekerjaan ini harus lebih diseriusi, bukan dianggap main-main lagi.


Karya Gilang dipilih untuk kaleng Coca Cola edisi terbatas UEFA Euro 2016 yang hanya beredar di Jerman. Desain WPAP yang dibuatnya dalam waktu satu bulan itu dinilai memiliki karakter garis yang kuat dan dinamis yang mewakili semangat timnas Jerman. Bahkan, tim Coca Cola Indonesia sendiri mengalami kesulitan untuk menemukan kaleng edisi Coca Cola khusus tersebut. Padahal, setelah memberikan desain 24 pemain timnas Jerman asuhan pelatih Joachim Loew ke Coca Cola Jerman, Gilang mengaku belum melihat bagaimana hasil desainnya diterapkan di dalam media kaleng. Namun yang jelas, konsep awal yang ia buat adalah berwarna, sementara setelah dibuat oleh Coca Cola Jerman, menjadi hitam putih dan merah putih.

Setelah karyanya terbang ke Jerman, tak lama Gilang juga mendapat tawaran kerja sama dari situs olahraga berbasis di Prancis untuk membuat desain dengan teknik serupa. Meski demikian, Gilang juga bertekad, suatu saat kelak bisa menyumbang karya untuk cabang olahraga Indonesia.

TENTANG WEDHAS’S POP ART POTRAIT


Wedha’s Pop Art Potrait (WPAP) atau Foto Marak Bercorak (FMB) bukan lagi teknik desain yang asing untuk desainer-desainer lokal Indonesia. Teknik ini telah dipopulerkan sejak 2008 lalu oleh seniman grafis Indonesia, Wedha Abdul Rasyid. Awalnya, di usia 40 tahun, Wedha mengalami penurunan fungsi mata sehingga sulit menggambar wajah dengan detail. Ia lalu memutuskan untuk membuat gambar wajah yang sederhana dan penuh warna dengan gaya kubisme. Karena dulu belum ada komputer, pria kelahiran Pekalongan, 10 Maret 1951 ini melakukannya dengan cara menggambar di kertas jiplak yang telah disimpan di atas foto dan gambarnya dipindahkan ke kertas gambar untuk diwarnai.


Setelah mendalami teknik tersebut dalam waktu yang cukup lama, dari teman-teman senimannya Wedha mengetahui jika teknik itu masuk dalam genre pop art, sehingga ia menamainya dengan Wedha’s Pop Art Potrait. Wedha sangat ingin melestarikan WPAP sebagai teknik desain asli buatan anak Indonesia. Ia lalu mulai menyebar karyanya dengan mengunggahnya di situs DevianArt. Desainer-desainer grafis muda yang mulai meniru WPAP dirangkulnya untuk kemudian diajak membuat komunitas WPAP. Saat ini, di setiap kota sudah ada WPAP Community, dan bahkan sudah pernah menggelar pameran besar di Grand Indonesia, Jakarta pada 2010 lalu. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar